• NUTRISI MR

    Bermanfaat untuk meregenerasi microbiota,dan MENGOBATI LEBIH DARI 70 JENIS PENYAKIT

  • PRODUK NOS

    NOS ( NUTRIENT ORGANIC SYSTEMS ) HADIR DENGAN PRODUK UNTUK PETANI,PETERNAK,SKINCARE,KEBUTUHAN HARIAN DAN Membuka kesempatan kepada anda untuk menjadi Distributor dan Agen produk halal thoyyib berkualitas dunia

  • BIO SIKLUS

    Meningkatkan imunitas tubuh,Anti oksidan paling kuat,atasi segala jenis penyakit

  • SIKLUS ALAM

    Untuk perbaikan ekosystem

  • KESEIMBANGAN

    Tetes dan nutrisi

Apa saja manfaat dari madu yang sudah terbukti secara ilmiah?

10 Manfaat madu untuk kesehatan bila dikonsumsi secara rutin 

1. Energy booster 

Madu merupakan cairan bertekstur kental dengan rasa manis yang diproduksi oleh lebah. 

Asal tahu saja, lebah mengumpulkan gula dari nektar bunga. Lebah memanfaatkan madu sebagai cadangan makanan. 

Merangkum dari Healthline, satu sendok makan madu mengandung 64 kalori dan 17 gram gula termasuk fruktosa, glukosa, maltosa, dan sukrosa. 

Kandungan tersebut membuat madu menjadi sumber energi yang baik. Glukosa dalam madu dapat diserap oleh tubuh dengan cepat dan memberikan dorongan energi langsung. 

Sementara itu, fruktosa memberikan energi berkelanjutan karena diserap lebih lambat. Madu juga berperan menjaga kadar gula darah cukup konstan dibandingkan dengan jenis gula lainnya. 

2. Mengobati batuk 

Sebuah studi tahun 2012 yang terbit dalam Journal Pediatrics menemukan bahwa konsumsi dua sendok teh madu bisa membantu menyembuhkan batuk yang membandel. 
Hal ini diketahui karena sifat anti-mikroba dalam madu yang bisa membunuh bakteri tertentu. 

Penelitian lain yang melibatkan 139 anak menemukan bahwa madu dapat meredakan batuk di malam hari dan meningkatkan kualitas tidur dibanding obat batuk anak. 

Merangkum dari CNN, penelitian lain di Italia dan Israel juga menunjukkan hasil serupa meski menggunakan jenis madu yang berbeda. Meski begitu, madu tidak boleh diberikan pada anak berusia di bawah satu tahun. Ini karena sistem pencernaan bayi tidak dapat mengatasi kontaminasi dalam madu. 

3. Membuat tidur makin nyenyak 

Jika Anda sulit tidur, tak ada salahnya mengonsumsi madu. Melansir dari NDTV Food, madu dapat melepaskan serotonin. 

Oleh tubuh, serotonin akan dibuah menjadi melatonin, senyawa kimia yang mengatur kualitas tidur. Anda bisa menambahkan satu sendok teh madu ke dalam segelas susu hangat atau secangkir teh. 

4. Membantu penyembuhan luka dan luka bakar 

Pengobatan madu topikal untuk menyembuhkan luka dan luka bakar telah dilakukan sejak zaman Mesir Kuno. Hal ini juga didukung dengan 26 penelitian yang menunjukkan hasil serupa. 

Dalam sebuah tinjauan terhadap 26 penelitian tersebut ditemukan, madu paling efektif untuk menyembuhkan luka bakar dan luka parsial yang terinfeksi setelah operasi. 

Satu studi melaporkan tingkat keberhasilan 43,3 % dengan madu sebagai perawatan luka. Dalam penelitian lain, madu topikal menyembuhkan 97 % pasien dengan luka diabetik. 

Para peneliti percaya, khasiat penyembuhan madu berasal dari sifat antibakteri dan anti-inflamasi serta kemampuannya untuk memelihara jaringan di sekitarnya. 

5. Menurunkan tekanan darah 

Melansir dari Healthline, madu mengandung senyawa antioksidan yang telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan pada tikus dan manusia menunjukkan sedikit penurunan tekanan darah dengan mengonsumsi madu. 

6. Menjaga kadar kolesterol 

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi madu dengan kadar kolesterol. Madu diketahui dapat mengurangi kolesterol jahat (LDL) sambil secara signifikan meningkatkan kolesterol baik (HDL). 

Sebuah studi yang dilakukan pada 55 pasien membandingkan madu dengan gula pasir. Hasilnya, madu menyebabkan penurunan LDL 5,8 % dan peningkatan kolesterol HDL 3,3 %. Tak hanya itu, konsumsi madu juga menyebabkan penurunan berat badan sederhana 1,3 pesen. 

7. Menurunkan kadar trigliserida 

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Peningkatan jenis lemak ini merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. 

Uniknya, banyak penelitian yang telah megaitkan konsumsi madu secara berkala dengan kadar trigliserida yang lebih rendah. 

8. Baik untuk jantung 

Tiga manfaat sebelumnya kerap membuat madu dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Kandungan fenol dan senyawa antioksidan lain juga dikaitkan dengan pengurangan risiko penyakit jantung. 

Madu diketahui dapat membantu pembesaran arteri di jantung sehingga meningkatkan aliran darah ke jantung. Di samping itu, madu juga dapat mencegah pembentukan gumpalan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke. 

9. Mengontrol berat badan 

Sebuah studi yang terbit dalam Journal of American College of Nutrition pada 2010 menemukan bahwa madu dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Konsumsi madu sebelum tidur membuat tubuh membakar lebih banyak lemak selama jam-jam awal tidur. 

10. Menghilangkan ketombe 

Sebuah studi yang dipublikaskan pada European Journal of Medical Research tahun 2001 menemukan madu bisa membantu menghilangkan ketombe. 

Studi ini menggunakan madu yang diencerkan dengan air hangat ke area yang bermasalah dan mendiamkannya selama tiga jam sebelum dibilas. 

Hasilnya, para responden melaporkan berkurangnya rasa gatal dan kerak ketombe dalam waktu satu minggu. Tak hanya itu, kerang di kulit kepala sembuh dalam dua minggu dan pasien bahkan menunjukkan pengurangan rambut rontok.(Resa Eka Ayu Sartika) 

Share:

7 Makanan dan Minuman yang Buruk Untuk Kesehatan Hati

 


Keripik kentang dengan soda jadi favorit banyak orang. Di balik rasa gurih dan nikmat, camilan tersebut bisa berdampak buruk untuk kesehatan hati
Organ hati memiliki fungsi penting dalam tubuh. Menurut CDC, hati atau liver berfungsi sebagai tempat penyimpanan nutrisi, mencerna lemak, dan menyaring racun yang dibawa oleh produk makanan olahan.

Singkatnya, hati merupakan organ penting dalam sistem metabolisme tubuh. Menjaga kesehatan hati dapat membantu kamu lebih sehat.

Cara termudah menjaga kesehatan hati sebenarnya mudah, cukup dengan olahraga teratur dan makan makanan sehat bergizi.

American Liver Foundation merekomendasikan makanan tinggi serat yang terkandung dalam buah dan sayur untuk menjaga kesehatan hati. Selain itu, hindari makanan mentah dan setengah matang. Hidrasi juga penting untuk membantu kesehatan hati, itu sebabnya minum banyak air juga disarankan.

Selain itu kamu juga perlu menghindari beberapa minuman dan makanan ringan yang buruk untuk kesehatan hati. Berikut beberapa di antaranya.

1. Minuman soda
Minuman satu ini seharusnya tak begitu mengejutkan. Soda banyak dikaitkan dengan hal yang tidak sehat karena mengandung banyak gula. Sementara makanan yang mengandung banyak gula harus dihindari demi kesehatan hati.

2. Keripik kentang
Keripik kentang biasanya mengandung banyak garam yang berbahaya bagi organ hati.
Konsumsi garam yang direkomendasikan adalah 2300 miligram per hari, atau satu sendok garam sehari.Medical News Today menyebut terlalu banyak garam meningkatkan risiko fibrosis pada hati.

3. Biskuit
Siapa sangka camilan nikmat satu ini ternyata mesti dihindari agar hati lebih sehat?
Biskuit mungkin terkesan tidak berbahaya, tapi makanan ringan yang kaya karbohidrat ini ternyata bisa jadi masalah untuk liver.

Sebuah studi yang diterbitkan di National Library of Medicine menyebut makanan tinggi gula dan mentega yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kematian sel (apoptosis) pada hati.

4. Daging yang diawetkan
Terlalu banyak daging merah bisa bermasalah bagi liver.
Sebagaimana dilansir WebMD, daging merah olahan dapat meningkatkan risiko penyakit liver dan resistensi insulin. Sebagai gantinya, coba beralih pada konsumsi daging ayam, kalkun, atau tuna.

Buah kaleng sering dikemas dengan banyak bahan pengawet, sakarin, dan gula tambahan yang membuat liver bekerja lebih keras. Sebaiknya konsumsi buah-buahan segar yang segera dimakan setelah dikupas.

5. Buah kaleng
Konsumsi buah-buahan segar memang baik bagi kesehatan. Hanya saja, itu tidak sama halnya dengan konsumsi buah kaleng.

6. Kentang goreng
Satu lagi camilan yang tidak boleh dilewatkan pada tulisan ini adalah kentang goreng.

Makanan yang digoreng menawarkan lebih banyak risiko kesehatan pada tubuh, dan liver, adalah salah satu organ yang paling terpengaruh.

Makanan yang digoreng menjadi lebih padat kalori karena menyerap banyak lemak dari minyak. Sehingga makanan yang digoreng mengandung lebih banyak minyak trans yang meningkatkan kadar kolesterol Anda.

7. Alkohol
Meski bukan kategori makanan ringan, alkohol perlu masuk dalam kategori yang harus dihindari.

Alkohol membuat liver bekerja lebih keras untuk memecah alkohol. Ketika Anda mengkonsumsi lebih dari satu jenis minuman dalam satu hari, maka kerja liver akan semakin keras. Liver yang kelelahan bekerja bisa rusak dan mengganggu fungsinya.

 Untuk konsultasi dan solusi jika anda punya masalah atau keluhan hub 08563621181

 

Share:

Pentingnya Jumlah Trombosit Normal dalam Darah


 Jumlah trombosit normal dalam darah adalah 150.000–400.000 trombosit per mikroliter darah. Bila trombosit kurang atau lebih dari jumlah tersebut, dapat terjadi gangguan dalam proses pembekuan darah. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kadar trombosit tetap normal.

Trombosit (platelet) dikenal juga dengan sebutan keping darah dan berperan penting dalam proses pembekuan darah. Selain itu, trombosit juga kerap digunakan dalam metode skrining (deteksi dini) dan mendiagnosis berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada penggumpalan darah.


Ketika jumlah trombosit terlalu rendah atau terlalu tinggi, tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Jumlah Trombosit Normal dalam Darah
Trombosit dapat ditemukan di dalam darah dan limpa. Sel darah ini tidak berwarna dan memiliki siklus hidup hanya selama 10 hari. Tubuh Anda akan memperbarui persediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum tulang.

Saat terjadi luka, trombosit akan menggumpal untuk menghentikan perdarahan. Setelah perdarahan berhenti, luka akan berangsur pulih dan sembuh. Bila Anda tidak memiliki cukup trombosit di dalam darah, tubuh akan kesulitan untuk menghentikan perdarahan saat Anda terluka.

Telah disebutkan sebelumnya, jumlah trombosit normal di dalam tubuh adalah sekitar 150.000–400.000 trombosit per mikroliter darah. Jika jumlah trombosit kurang dari 150.000 per mikroliter darah, dapat dikatakan jumlah trombosit Anda terlalu rendah. Sebaliknya, jika jumlah trombosit lebih dari 400.000 per mikroliter darah, Anda terbilang memiliki trombosit tinggi.

Penyebab dan Tanda Gejala Trombosit Rendah
Kondisi ketika jumlah trombosit di dalam tubuh berkurang atau terlalu rendah dikenal dengan sebutan trombositopenia. Jika jumlah trombosit terlalu rendah, tubuh akan sulit untuk menghentikan perdarahan bila terjadi luka.

Penurunan jumlah trombosit ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
  • Anemia aplastik
  • Kerusakan hati atau sirosis
  • Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP)
  • Defisiensi zat besi dan asam folat
  • Infeksi, seperti sepsis dan demam berdarah dengue
  • Leukemia
  • Gangguan autoimun
  • Kehamilan
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik, obat pengencer darah, obat epilepsi, dan kemoterapi
Jumlah trombosit yang menurun bisa saja tidak bergejala. Namun, kondisi ini dapat terlihat saat tubuh mudah mengalami perdarahan.

Kondisi ini bisa membuat Anda mengalami beberapa tanda dan gejala, seperti kulit mudah memar atau lebam dan tampak ruam berwarna ungu kemerahan, adanya darah pada urine atau tinja, mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, limpa membesar, sering mimisan, serta perdarahan dari gusi.

Apabila Anda mengalami berbagai gejala di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Untuk menentukan diagnosis dan mengevaluasi jumlah trombosit di dalam tubuh, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa tes darah.

Jika Anda terdiagnosis mengalami penurunan jumlah trombosit, dokter mungkin akan memberikan penanganan berupa transfusi darah, memberikan obat-obatan, hingga melakukan operasi pengangkatan limpa, apabila metode pengobatan lain tidak dapat menormalkan kembali jumlah trombosit.

Penyebab dan Tanda Gejala Trombosit Tinggi
Selain jumlah trombosit rendah, Anda juga bisa mengalami peningkatan jumlah trombosit dalam darah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai trombositosis. Tingginya kadar trombosit dalam darah dapat terjadi karena beberapa hal berikut:
  • Cedera atau luka yang menyebabkan perdarahan
  • Kelainan darah, seperti anemia hemolitik, anemia defisiensi besi, dan polisitemia vera
  • Infeksi, misalnya tuberkulosis
  • Kanker, misalnya leukemia
  • Riwayat operasi pengangkatan limpa
  • Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya pil KB
  • Tinggal di dataran tinggi

Selain itu, jumlah trombosit Anda juga bisa meningkat akibat beberapa kondisi lainnya, seperti pemulihan dari operasi dan konsumsi alkohol secara berlebihan.

Trombositosis sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun, kondisi ini terkadang bisa menyebabkan seseorang mengalami beberapa gejala berupa sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan berkunang-kunang, sesak napas, serta mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki.

Jumlah trombosit yang terlalu tinggi dapat menyebabkan darah mudah membeku atau menggumpal, sehingga menyumbat pembuluh darah. Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti stroke, serangan jantung, trombosis vena dalam (DVT), dan emboli.

Kenaikan jumlah trombosit yang disebabkan oleh cedera atau luka, termasuk luka operasi biasanya akan normal kembali setelah luka sembuh. Namun, jika disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, kenaikan jumlah trombosit perlu diobati sesuai penyebabnya.

Jumlah trombosit normal penting untuk memastikan kemampuan tubuh dalam menangani luka secara alami. Jika Anda mengalami beberapa gejala kelainan jumlah trombosit, segera konsultasikan ke dokter penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk konsultasi dan solusi jika anda punya masalah atau keluhan hub 08563621181

Share:

NEW SYNBIOTIC FORMULA

NOS BUKA RESELLER

Follow Facebook

Popular Posts

Total Pageviews

Contact Us