• BIO TREND with MADU REJEKI

    Bermanfaat untuk meregenerasi microbiota, Meningkatkan Imunitas dan MENGOBATI LEBIH DARI 70 JENIS PENYAKIT

  • PRODUK NOS

    NOS ( NUTRIENT ORGANIC SYSTEMS ) HADIR DENGAN PRODUK UNTUK PETANI,PETERNAK,SKINCARE,KEBUTUHAN HARIAN DAN Membuka kesempatan kepada anda untuk menjadi Distributor dan Agen produk halal thoyyib berkualitas dunia

  • BIO FIT

    Melancarkan peredaran darah,Meningkatkan metabolisme tubuh,Anti oksidan paling kuat,atasi segala jenis penyakit

  • B - TUMERE

    Untuk Kanker,Tumor,Kelenjar betah bening,Miom,Serviks,Kista

  • B - ALZEIM

    Untuk sakit kepala,Migrain,masalah syaraf kepala,stroke,kecerdasan,kepikunan,pengapuran dll

  • B - GASTRO

    Untuk masalah lambung,maag,gerd,pencernaan dan usus

  • B - DIAB

    Untuk masalah Pankreas,Diabet

  • B - CHOLESTER

    Untuk kolestrol tinggi

  • B - PULMO

    Untuk masalah pernafasan,paru paru,asma.

  • B - DEURIC

    Untuk Asam urat,Ginjal,Pegel linu

  • B - CARDIO

    Untuk Jantung

  • B - GASPER

    Untuk masalah Liver atau Hati

  • B - HYPERT

    Untuk Hypertensi atau tekanan darah tinggi

  • B - IMUNE dan Bio TREND

    Tetes nutrisi untuk mata,telinga,hidung,imunitas,luka dll

B-IMUNE




POM TR 193 635 121


B-Imune adalah produk colaboratif dari satu formula unik hasil olah pikir para ahli herba, nutrisi, farmasi dan ahli microbakteriologi. B-Imune menjadi jawaban baru dalam dunia suplemen dan pengobatan saat ini. Konsorsium microbiota probiotik telah diadaptasi bersama lingkungan dan makanannya yang disebut prebiotic menjadi sentuhan teknologi microbial B-IMUNE.

Kehadiran B-Imune dengan sentuhan formula berteknologi menjawab tantangan dunia saat ini yang serba cerdas, sederhana, dinamis dan solutif. Didukung dengan hasil riset semua bahan baku B-Imune semakin meningkatkan kepercayaan dan harapan bagi semua.



Komposisi:
Air kelapa (Cocus nucifer)
Madu (Apis mellifera)
Jintan Hitam (Nigella sativa)
Mengkudu (Morinda citrifolia)
Daun Kelor (Moringa oelifera)

Kombinasi unik dari 5 bahan alami tersebut di atas yang diperkuat dengan sentuhan teknologi microbial imune semakin memperkuat khasiat B-Imune dalam membantu memelihara kesehatan tubuh secara menyeluruh termasuk kesehatan imun. Di dalam tubuh yang sehat terdapat imun sehat. B-Imun didesain secara seksama penuh ketelitian sehingga khasiatnya cepat dirasakan. Bermasalah dengan sistem imun selama ini, B-Imune solusinya.

*Pelihara Imun dengan B-IMUNE Indobio*

Perubahan cuaca? Perjalanan jauh? Badan mulai terasa tidak enak? Orang sekitar Anda batuk-batuk, bersin-bersin, pilek, atau ketiganya sekaligus? Jaga daya tahan tubuh (imunitas) Anda dan jauhkan diri dari virus, kuman dan bakteri dengan B-Imune. Saat Anda sedang sakit, B-Imune juga akan membantu proses pemulihan lebih cepat. Mulailah hidup sehat dengan perkuat sistem imun tubuh Anda bersama B-Imune Indobio
Share:

TOYYIB, Thoyyib atau THAYYIB secara harfiah adalah BAIK

 


Arti kata TOYYIB, Thoyyib atau THAYYIB secara harfiah adalah BAIK. Kata Thayyib ini mengakar pada kata Thayyibat atau Thayyibah yang makna dasarnya baik.

» Pembahasan

Dalam konteks makanan, thayyib ini artinya adalah segala sesuatu yang oleh indra dan jiwa dirasakan lezat. Namun dalam kontek syari’, ditegaskan bahwa Thayyib artinya adalah segala sesuatu yang halal atau boleh untuk dikonsumsi sebab baik bagi tubuh, mengandung banyak kebaikan dan tidak mendatangkan mudharat atau penyakit bagi tubuh.

Dalam penggunaan sehari-hari, Thoyyib juga digunakan sebagai kata yang menunjukkan kualitas BAIK pada benda. Serta bisa pula menunjukkan persetujuan seperti pada kata ‘Ok’ atau ‘Baiklah’.

Thoyyib ini sering pula digunakan sebagai nama. Meski konotasi dalam masyarakat (khususnya Indonesia) menjadi buruk karena lagu, namun nama ini mengandung makna BAIK. Oleh sebab itu Thoyyib nama yang layak untuk diberikan pada bayi.


Share:

Apa Indobio Synbiotic ?

Indobio adalah gabungan Probiotik + Prebiotik dan memiliki manfaat :
-Membersihkan dan memperbaiki pencernaan
-Membuang racun dan membersihkan saluran darah
-Mengontrol kolestrol dan kadar gula
-Memperkuat serta mencegah penyaki pada hati dan organ dalam lainnya
-Mencegah alergi dan penyakit akibat penurunan imunitas
-Mencegah infeksi virus / bakteri pathogen (kuman penyakit) di dalam dan luar tubuh
-Mencegah radang di dalam dan di luar tubuh
-Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit
-Mendorong fungsi penyerapan gizi dan vitamin ,serta mengontrol berat badan
-Mengoptimalkan fungsi obat,terutama obat herbal
-Memperbaiki metabolisme dan regeberasi sel,mematikan sel jahat (antikanker)

Manfaat  Probiotik + Prebiotik sangat luas karena racun dalam limbah berbahaya di bersihkan dari tubuh ,di sertakan dengan meningkatkan stamina,imunitas dan daya tahan tubuh.
Sehingga tubuh mampu menyehatkan dirinya sendiri dengan tepat dan cepat.

Kenapa Reaksi pengobatan produk indobio synbiotic sangat cepat ?
Karena tidak ada pengolahan di dalam usus 12 jari...
dan tentunya sangat aman dan tidak ada efek samping berlebih.

Manfaat Bagi Kesehatan 
In Syaa Allaah Membantu Mengatasi dan Pencegahan :
Darah tinggi
Darah rendah
Asam Urat
Diabetes
Lever
Kanker
Hepatitis
Kista
Kolestrol
Sirosis
Stroke
Asma
Batuk Rejan (batuk kering ,batuk berdahak)
Rematik
Batu Ginjal
Cacar Air
Kesuburan
Maag
Obesitas
Typus
Gondok
Ambeien
Alergi
Sembelit
Stamina
Lupus
Asam lambung
Tukak Lambung
DlL...

Untuk KUMUR :
Sariawan
Sakit gigi
Bau mulut
Karang gigi
Radang tenggorokan
Panas dalam
Amandel dll.

Untuk TETES :
Mata Minus,Plus atau Silinder
Katarak
Syaraf mata
Tetes telinga
Sinusis (Untuk Tetes hidung)
Gurah 
Luka Gores
Luka Bakar
Gigitan Hewan berbisa
Eksim
Herpes
Dompo
Kutu Air
Jerawat
Luka pada Diabetes
Menghentikan pendarahan pada luka
Tersiram air panas DlL...
Share:

Peluang Bisnis Bersama Perusahaan Syariah No.1 Di Indonesia

 TreniNet, Perusahaan Teknologi & Digital Yang Mengerti Kebutuhan Bisnis Anda

Kami adalah perusahaan Direct Selling yang sudah berkiprah lebih dari 7th dan sudah memiliki mitra bisnis lebih dari 2.5jt tersebar di 30 provinsi di Indonesia dan juga luar negeri. Kekuatan kami adalah PRODUK BERTEKNOLOGI yang jarang dimiliki oleh perusahaan lain yang sejenis, sehingga mitra bisnis kami dengan leluasa mampu mengembangkan bisnisnya dan memperluas pemasaran produknya.


Share:

Apa Saja Jenis Penyakit TBC Yang Harus Anda Kenali?

Penyakit TBC atau secara ilmiah dikenal dengan tuberculosis telah menjadi sebuah wabah endemik dengan jumlah pasien yang sangat besar di dunia. Prosentase kematian karena penyakit ini juga sangat tinggi; padahal penyakit ini bukanlah sebuah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit yang diakui sangat sulit dibendung ini dapat disembuhkan jika teridentifikasi secara dini dan berobat secara teratur ke puskesmas atau rumah sakit.

Jenis dan Karakteristik Penyakit TBC
Jika selama ini anda hanya mengenal penyakit TBC paru, sebenarnya ada 3 jenis Tuberculosis. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda.

Penyakit TBC paru
Jenis TBC ini paling lazim terjadi. TBC paru dapat diketahui melalui beberapa gejala, salah satunya adalah batuk berdahak terus-menerus selama kurang lebih tiga minggu. Selain itu, penderita berkeringat pada malam hari dengan alasan yang kurang jelas (tanpa melakukan aktivitas fisik). Selama itu juga badan akan terasa semakin melemah dan nafsu makan menurun. Dada penderita juga akan terasa sesak dan nyeri serta batuk yang diderita lama kelamaan akan disertai darah. Sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter jika anda menemukan gejala ini pada diri atau anggota kelurga anda.

Tuberkulosis Tulang
Berbeda dengan penyakit TBC yang menyerang paru-paru, penyakit TBC tulang, memiliki ciri khas selain ciri umum TBC; penderita biasanya merasakan pegal-pegal dan nyeri pada tulang. Sendi-sendi yang sakit terlihat bengkak dan penderita merasa sulit bergerak. Selain itu, daerah kulit di mana tulang diserang akan terlihat berwarna merah kebiruan seperti terdapat memar. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat berakibat kelumpuhan.

Tuberkulosis Kelenjar
Berbeda dengan TBC paru-paru dan tulang, penyakit TBC kelenjar menyerang area kelenjar getah bening pada tubuh dan bagian seperti pada leher, ketiak, atau lipatan paha. Meskipun gejalanya sama seperti batuk dan berkeringat dingin, tipe Tuberculsos ini menimbulkan benjolan pada daerah-daerah yang rawan terkena TBC. Benjolan awalnya berukuran kecil; namun, jika dibiarkan akan terus membesar.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit TBC
Bakteri TBC banyak tersebar di udara sehingga penularannya lebih cepat seperti flu. Untuk mencegahnya adalah untuk menghindari kontak fisik dengan penderita TBC tanpa perlindungan seperti masker. Karena hanya dengan berbicara dan berhadapan dengan penderita TBC yang batuk dan bersin dapat berpotensi menularkan penyakit ini.

Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total dengan mengkonsumsi B- PULMO secara rutin 1 - 3 bulan

atau dengan mengkonsumsi obat-obatan secara kurang lebih enam bulan secara teratur. Dalam proses kesembuhan penderita juga diharuskan untuk beristirahat total secara jasmani dan rohani agar penyakit dapat segera diembuhkan. Untuk penderita TBC yang sangat parah pembedahan merupakan salah satu jalan yang terbaik. Namun karena kondisi penderita TBC biasanya sudah melemah maka kombinasi dengan obat-obatan akan menjadi pilihan terbaik.
Share:

11 tahun tidak bisa apa-apa.

Ahamdulillah dengan wasilah indobio, 11 tahun g bisa apa-apa,dalam 15 hari konsumsi produk indobio sudah bisa duduk dan makan sendiri atas izin NYA ..


B - Elzeim + B - Imune
Share:

HERPES dan Pengobatan

Herpes merupakan nama kelompok virus herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia. Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).

Pembagian kelompok virus herpesviridae adalah sebagai berikut:

Alfa herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek, serta berpotensi menjadi tersembunyi dan infeksi muncul kembali (infeksi laten) di sel saraf. Contoh alfa herpesvirus adalah HSV tipe 1 dan 2, serta virus varicella-zoster.
Beta herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang dan infeksi virus ini berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah cytomegalovirus, serta herpesvirus 6 dan 7.
Gamma herpesvirus. Contohnya adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.
Tahapan Infeksi Herpes
Infeksi herpes yang muncul biasanya terjadi dalam beberapa tahapan. Rincian tahapan infeksi herpes adalah sebagai berikut:

Stadium primer. Stadium primer terjadi pada hari kedua hingga kedelapan setelah terjadinya infeksi herpes. Gejala yang muncul adalah blister (kulit yang melepuh) berukuran kecil, namun menyakitkan. Blister biasanya berisi cairan berwarna bening atau keruh, dan dapat pecah serta menimbulkan luka terbuka. Daerah di sekitar blister akan berwarna kemerahan.
Stadium laten. Pada stadium ini, gejala herpes seperti blister dan koreng akan mereda. Tetapi pada stadium ini, sebetulnya virus sedang menyebar ke saraf dekat saraf tulang belakang melalui kulit.
Stadium peluruhan. Pada stadium ini, virus mulai berkembang biak pada ujung-ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, virus herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti semen dan lendir Biasanya tidak terjadi gejala yang terlihat, namun sebenarnya sedang terjadi perkembangbiakan virus di dalam tubuh.
Stadium rekurensi (muncul kembali). Pada stadium ini, blister pada kulit yang terjadi di stadium pertama dapat muncul kembali. Biasanya tidak separah lepuhan dan koreng yang sebelumnya. Gejala yang umumnya muncul pada stadium rekurensi ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri di daerah yang terkena infeksi pada stadium pertama.


Virus Penyebab dan Gejala Herpes

HSV 1

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat, dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Akan tetapi HSV 1 juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar dari mulut ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana dari penderita herpes ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman (termasuk saat mencium bayi), berbagai pakai peralatan makan atau lipstik dan kosmetik. HSV 1 bahkan dapat ditularkan dari seseorang yang mengalami infeksi HSV 1 namun tanpa gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 atau herpes oral adalah:

Diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.
Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.
Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.

HSV 2

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual. Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf dan berisiko muncul kembali saat seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi. HSV 2 sendiri dapat lebih mudah menginfeksi seseorang jika:

Berjenis kelamin perempuan.
Bergonta-ganti pasangan seksual.
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.
Melakukan hubungan seksual di usia muda.


Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita herpes genital, antara lain:
Gatal.
Sakit pada saat buang air kecil.
Keluarnya cairan dari vagina.
Munculnya benjolan di selangkangan.
Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.
Pada pria, herpes dapat menyebabkan kulit penis kering, perih, dan gatal.


VZV

Varicella-zoster virus (VZV) merupakan virus kelompok alfa herpesviridae yang menjadi penyebab cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Sedangkan herpes zoster terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh namun di tubuh orang tersebut masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten dan muncul kembali.

VZV utamanya menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Virus ini dapat menimbulkan bintil pada kulit penderita (vesikel) yang berisi cairan dan dapat menjadi perantara penularan virus. Selain itu, VZV juga dapat menular melalui percikan ludah, yaitu pada saat penderita cacar air bersin atau batuk.

Seseorang lebih mudah terkena infeksi virus varicella-zoster jika:

Berusia di bawah 12 tahun.
Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.
Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.
Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.
Tinggal bersama anak-anak.
Jika seseorang pernah mengalami cacar air sebelumnya dan sembuh, risiko orang tersebut untuk mengalami cacar air kembali berkurang karena adanya kekebalan. Kekebalan tubuh terhadap virus varicella-zoster juga dapat diperoleh melalui vaksinasi. Seorang ibu hamil yang memiliki kekebalan terhadap VZV dapat memberikan kekebalannya kepada janin melalui transfer antibodi. Kekebalan janin yang diperoleh dengan cara tersebut dapat bertahan sekitar 3 bulan sejak lahir.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Akan tetapi seseorang dapat lebih mudah terkena herpes zoster jika:

Berusia 60 tahun ke atas.
Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
Sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi atau melemahkan sistem imun (imunosupresan).
Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.
Gejala cacar air dimulai dengan ruam kulit berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal. Vesikel yang muncul dapat diikuti dengan adanya gejala lain, seperti demam, hilangnya nafsu makan dan sakit kepala. Virus tersebut sudah berada di dalam tubuh penderita selama 7-21 hari sebelum dapat menimbulkan ruam dan gejala lainnya. Penderita sudah dapat menularkan virus varicella-zoster ke orang lain sejak 48 jam sebelum munculnya ruam.

Jika penderita cacar air yang sudah sembuh kemudian mengalami herpes zoster, gejala yang muncul biasanya berupa rasa nyeri dan panas pada kulit di salah satu sisi bagian tubuh, sesuai dengan penjalaran saraf tempat VZV bersembunyi. Nyeri dan panas di bagian tersebut akan diikuti dengan munculnya ruam kemerahan, membentuk lepuhan (blister) berisi air dan gatal.

Diagnosis Herpes
Herpes dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek koreng yang terbentuk akibat herpes serta menanyakan gejala yang muncul pada pasien. Selain itu, untuk membantu diagnosis herpes agar lebih akurat, dapat dilakukan pemeriksaan tambahan, seperti:

Kultur virus herpes simplex. Kultur virus herpes bertujuan untuk mendiagnosis adanya virus herpes. Kultur virus herpes dilakukan dengan cara mengusap area kulit atau genital yang terinfeksi, mengambil cairan genital atau cairan tubuh lainnya yang diduga mengalami herpes untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
Tes antibodi. Tes antibodi spesifik virus HSV 1 dan HSV 2 dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi primer herpes, namun tidak dapat mendeteksi infeksi herpes rekuren. Tes antibodi dilakukan dengan mengambil sampel darah dari tubuh, kemudian dianalisis di lab untuk dicek keberadaan antibodi spesifik HSV 1 ataupun HSV 2. Perlu diingat bahwa tubuh memerlukan waktu sekitar 12-16 minggu untuk membentuk antibodi anti HSV 1 atau HSV 2, setelah virus HSV masuk ke dalam tubuh pertama kali. Tes antibodi HSV 1 dan HSV 2 sangat membantu diagnosis, terutama jika pasien tidak mengalami koreng atau pelepuhan pada kulit.

Pengobatan Herpes
Fokus pengobatan herpes adalah untuk menghilangkan blister, serta untuk mencegah penyebaran herpes, meskipun koreng dan lepuhan akibat herpes dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Selain itu, pemberian obat-obatan antivirus juga dapat mengurangi komplikasi akibat herpes. 

INDOBIO produk B- IMMUNE bisa membantu pengobatan HERPES dengan cepat.

ada alternatif Beberapa obat-obatan antivirus yang dapat digunakan, antara lain adalah:

Acyclovir.
Valacyclovir.
Famciclovir.

Untuk mengurangi nyeri yang ditimbulkan oleh herpes, tips-tips berikut ini dapat dilakukan selama masa penyembuhan herpes, antara lain yaitu:

Mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda nyeri.
Mandi dengan menggunakan air suam
Kompres dengan air hangat atau atau air dingin pada kulit yang terkena.
Menggunakan pakaian dalam berbahan katun.
Menggunakan pakaian longgar.
Menjaga area koreng tetap kering dan bersih.
Khusus ibu hamil, jika sedang atau pernah menderita herpes genital harus berkonsultasi dengan dokter. Virus herpes dapat menular dari ibu kepada bayi selama masa persalinan, terutama ketika sedang infeksi aktif, serta dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi bayi. Jika ibu hamil diketahui sedang atau pernah menderita herpes, diskusikan dengan doker mengenai kemungkinan melahirkan bayi secara operasi Caesar.

Komplikasi Herpes
Herpes simplex jarang menimbulkan komplikasi serius pada penderita. Herpes simplex dapat menimbulkan komplikasi, terutama jika penderita juga menderita infeksi HIV. Penderita herpes simplex yang juga menderita HIV biasanya menderita gejala herpes yang lebih parah dan lebih sering kambuh. Beberapa komplikasi yang jarang, namun serius, yang dapat ditimbulkan oleh herpes simplex adalah:

Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
Radang otak dan selaputnya.
Radang paru-paru.
Hepatitis.
Esofagitis.
Kematian jaringan retina mata.
Komplikasi dari infeksi virus varicella-zoster tidak selalu terjadi pada penderita cacar air. Komplikasi seringkali terjadi pada anak-anak, lansia, wanita hamil, dan orang yang kekebalan tubuhnya lemah. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat cacar air adalah:

Ruam menyebar ke bagian mata.
Ruam yang diikuti oleh sesak napas dan sakit kepala.
Ruam yang diikuti dengan infeksi bakteri sekunder pada daerah tersebut.
Herpes zoster dapat menimbulkan komplikasi antara lain:

Post herpetic neuralgia. Nyeri yang masih dirasakan walaupun lesi pada kulit sudah menghilang.
Infeksi bakteri. Infeksi bakteri dapat pada lokasi ruam akibat herpes, yang sering menimbulkan gejala seperti kulit kemerahan, pembengkakan dan hangat jika disentuh.
Nyeri dan ruam pada mata. Ruam akibat herpes zoster yang penjalarannya di sekitar mata dapat menginfeksi mata. Ruam di daerah ini membutuhkan terapi antivirus yang lebih lama dan berisiko menimbulkan kerusakan mata permanen.
Sindrom Ramsay-Hunt. Sindrom Ramsay-Hunt dapat terjadi sebagai komplikasi dari herpes zoster. Gejala Sindrom Ramsay-Hunt antara lain adalah kehilangan pendengaran, pusing, nyeri di salah satu telinga dan kehilangan kemampuan mengecap rasa pada lidah.
Jika komplikasi tersebut muncul, hendaknya segera diperiksakan ke dokter. Komplikasi virus varicella-zoster dapat berbahaya terutama jika terjadi pada wanita hamil. Jika wanita hamil menderita infeksi virus varicella-zoster, janin yang dikandungnya dapat mengalami kelainan bawaan, seperti:

Kelainan mata dan masalah penglihatan lainnya.
Disabilitas intelektual (retardasi mental).
Pertumbuhan yang lambat.
Kepala yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal.
Pencegahan Herpes
Untuk mencegah penyebaran virus herpes ke orang lain, dapat dilakukan langkah-langkah berikut ini:

Menghindari kontak fisik dengan orang lain, terutama kontak dari koreng yang muncul akibat herpes.
Mencuci tangan secara rutin.
Mengoleskan obat antivirus topikal, misalnya acyclovir topikal, menggunakan kapas agar kulit tangan tidak menyentuh daerah yang terinfeksi virus herpes.
Jangan berbagi pakai barang-barang yang dapat menyebarkan virus, seperti gelas, cangkir, handuk, pakaian, make up, dan lip balm.
Jangan melakukan oral seks, ciuman atau aktivitas seksual lainnya, selama munculnya gejala penyakit herpes.
Khusus bagi penderita herpes genitalia, harus menghindari segala bentuk aktivitas seksual selama masa tersebut. Perlu diingat bahwa meskipun sudah menggunakan kondom, virus herpes tetap dapat menyebar melalui kontak kulit yang tidak terlindungi kondom.

Oleh karena itu, lindungi diri Anda dari sekarang dengan memiliki asuransi kesehatan. Selain menjadi upaya pencegahan, cara ini juga dapat meringankan beban biaya pengobatan bila terkena penyakit herpes ataupun komplikasinya.



Referensi
Grinde, B. (2013). Herpesviruses: Latency and Reactivation – Viral Strategies and Host Response. Journal of Oral Microbiology, doi:10.3402/jom.v5i0.22766.
Spear, PG. Longnecker, R. (2003). Herpesvirus Entry: An Update. Journal of Virology, doi:10.1128/jvi.77.19.10179-10185.2003.
World Health Organization (2017). Herpes Simplex Virus.
Anderson, W. Medscape (2018). Varicella-Zoster Virus (VZV).
Ayoade, et al. Medscape (2017). Herpes Simplex.
Family Doctor (2017). Herpes
Gill, K. Healthline (2015). What is Birth-Acquired Herpes?
Knott, L. Patient (2016). Herpes Viruses.
Krucik, G. Healthline (2016). Serum Herpes Simplex Antibody Test.
Taylor, S. Healthline (2017). Herpes Simplex.
WebMD (2016). Oral Herpes.
Share:

NEW SYNBIOTIC FORMULA

NOS BUKA RESELLER

Kunjungi Youtube Kami

Follow Facebook

Popular Posts

FOLLOW TELEGRAM

Contact Us